Jumat, 24 Agustus 2012

Pasar Asia Melemah, Rupiah Mungkin Stabil


JAKARTA - Tekanan kembali datang dari bursa global akibat pudarnya spekulasi soal stimulus di Amerika Serikat dan masih tak menentunya masa depan Eropa. Kondisi itu bakal mengimbas ke perdagangan mata uang, termasuk rupiah, Jumat (24/8/2012) ini.

Nlai tukar rupiah ditutup stabil di Rp 9.494 per dollar AS (menurut kurs tengah Bloomberg) pada perdagangan kemarin. Sementara itu sebagian besar bursa Asia ditutup menguat, termasuk bursa Indonesia (IHSG) yang ditutup naik tipis 0,05 persen menjadi 4.162,66.

Sedangkan harga minyak mentah tercatat turun. Harga Brent kemarin tercatat menjadi 115,78 dollar AS per barrel dan harga WTI menjadi 95,97 dollar AS per barrel. Bursa global ditutup turun semalam. Karena hal itu, menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, membuat kemungkinan bursa Asia mengikuti pelemahan ini. Ini sekaligus memfaktorkan karena tidak yakin pertemuan pemimpin Uni Eropa (UE) pekan ini bisa mencapai solusi krisis utang.

"Sedangkan untuk rupiah kami perkirakan masih stabil di kisaran antara Rp 9.490-Rp 9.510 per dollar AS pada hari ini," kata Lana.

0 komentar:

Posting Komentar